Aku sih setuju kalau dikatakan orang kaya itu Incomenya >= 3 x Expense. Apa sih Expense, gampangnya adalah pengeluaran rutin bulanan.
Ada juga yang mengatakan, perbanyak hutang. Tidak harus expense, tapi bisa cicilan property atau investasi. Sehingga pengeluaran dia gak cukup terus. Sehingga muncul keinginan untuk memperbesar incomenya dengan expansi bisnis. Ini lebih cocok untuk yang punya bisnis. Karena kalau bekerja bisa ditambah dengan lembur kan terbatas waktu.
Jadi uangnya makin banyak makin banyak terus.
Pertanyaan: Kalau incomenya 100 jt (kan sudah kaya?) tapi pengeluarannya 145 jt. Apakah masih disebut kaya ?
Bagaimana pak RK ?
Monday, June 9, 2008
Friday, June 6, 2008
Yang Sukses hanya 4 %. Haruskah diikuti ?
Sering kita baca di buku atau dengar di seminar, berdasarkan statistik di Amerika, bisa juga dipakai di belakahan dunia manapun, bahwa orang yang memulai usaha dan sukes di 1 tahun pertama adalah : 20 %. Artinya yang 80% GAGAL. Jadi jikalau dari kita ada yang masuk yang 80% berarti NORMAL. Karena biasanya yang mayoritas ini lah yang sehat, benar, dll.Begitu pun masih menurut statistik, dari 20 % yang berhasil di tahun pertama yang berhasil lulus sampai tahun ke-5 (baca: bisa berkembang dan tidak mati) hanyalah 4% dari yang sukses di tahun pertama. Jadi yang bisa bertahan sampai 5 tahun hanyalah : 4 %.
Saya jadi ingat, pasca krisis moneter 1998, saya mulai usaha. Dari jualan kripik tempe, kacang bakar, beli kacang di sawah dan dijual ke pasar, dll yang berakhir kegagalan. Saya berhenti dan mengklaim diri GAGAL.
Pada tahun 1999, saya pun tertarik untuk berbisnis lagi. Kali ini jualan beras. Mengirim dari toko yang satu ke toko yang lain. Berkeliling dari pasar yang satu ke pasar yang lain. Kadang pakai vespa/bajai kadang pakai ce-tul (Daihatsu Pick Up 83). Bisnis ini bertahan sampai 2,5 tahun. Bisnis berhenti dan hutang pun melimpah. Untung tak dapat, tapi hutang malah banyak.
Meskipun GAGAL, tapi masuk kategori bertahan di 1 tahun pertama dan baru masuk kategori : 20%.
Saya pun merantau ke Jakarta. Capek sudah memulai usaha. Gak ada motivasi lagi. Enakan kerja dapat gaji, bisa bayar hutang.
Bekerja sudah berjalan 1 tahun. Melihat peluang di Jakarta, saya tertarik memulai bisnis lagi. Dari kecil2an. Dari beberapa bisnis. Berkembang2, akhirnya memilih hanya 1 bidang bisnis pada tahun ke-3.
Kini bisnisku telah berjalan 4 tahun 6 bulan. Semoga bisnisku bisa masuk 4 % dalam 6 bulan mendatang.AKu sih yakin, tantangan ke depan masih banyak. Berbekal keyakinan, doa dan semangat terus belajar, aku yakin bisa MENANG. Amiien..................
Pertanyaannya: Apakah orang yang ingin sukses harus melewati KEGAGALAN ? Adakah Short Cut nya ?
Saya jadi ingat, pasca krisis moneter 1998, saya mulai usaha. Dari jualan kripik tempe, kacang bakar, beli kacang di sawah dan dijual ke pasar, dll yang berakhir kegagalan. Saya berhenti dan mengklaim diri GAGAL.
Pada tahun 1999, saya pun tertarik untuk berbisnis lagi. Kali ini jualan beras. Mengirim dari toko yang satu ke toko yang lain. Berkeliling dari pasar yang satu ke pasar yang lain. Kadang pakai vespa/bajai kadang pakai ce-tul (Daihatsu Pick Up 83). Bisnis ini bertahan sampai 2,5 tahun. Bisnis berhenti dan hutang pun melimpah. Untung tak dapat, tapi hutang malah banyak.
Meskipun GAGAL, tapi masuk kategori bertahan di 1 tahun pertama dan baru masuk kategori : 20%.
Saya pun merantau ke Jakarta. Capek sudah memulai usaha. Gak ada motivasi lagi. Enakan kerja dapat gaji, bisa bayar hutang.
Bekerja sudah berjalan 1 tahun. Melihat peluang di Jakarta, saya tertarik memulai bisnis lagi. Dari kecil2an. Dari beberapa bisnis. Berkembang2, akhirnya memilih hanya 1 bidang bisnis pada tahun ke-3.
Kini bisnisku telah berjalan 4 tahun 6 bulan. Semoga bisnisku bisa masuk 4 % dalam 6 bulan mendatang.AKu sih yakin, tantangan ke depan masih banyak. Berbekal keyakinan, doa dan semangat terus belajar, aku yakin bisa MENANG. Amiien..................
Pertanyaannya: Apakah orang yang ingin sukses harus melewati KEGAGALAN ? Adakah Short Cut nya ?
Tuesday, June 3, 2008
Lowongan Kerja-Jakarta
MPI Shop-Lowongan Kerja
PT. MPI (MPI Shop) adalah Distributor Resmi Bakrie Telecom dan Smart Telecom. Kami memiliki area kerja di Jakarta, Bekasi, Karawang, Lamongan dan Jember.
Dalam rangka perluasan dan pengembangan usaha kami membutuhkan para kandidat karyawan yang kompeten dan bertanggung jawab untuk mengisi beberapa posisi sbb :
Supervisor : 2 orang
Kualifikasi :
1. Pria berusia 26 s/d 32 tahun
2. Pendidikan D3/S1
3. Pengalaman minimal 2 tahun dalam bidang penjualan
4. Mampu berkomunikasi dengan baik, lisan dan tulisan
5. Mampu membentuk satu tim kerja yang solid
6. Jujur, rajin dan berwawasan luas
7. Bersedia bekerja di Pulogadung-Jaktim
Sales : 10 orang
Kualifikasi :
1. Pria/wanita berusia max 25 tahun
2. Pendidikan SLTA/Diploma
3. Pengalaman minimal 1 tahun dalam bidang sales retail
4. Memiliki Motor dan SIM C
5. Mampu bekerja sebagai individu maupun dalam tim
6. Jujur, rajin dan tanggung jawab
7. Mengerti/Bersedia bekerja di salah satu area: Karawang/Bekasi/Jaktim
8. Mampu bekerja dalam target
ESIA Customer Service : 3 orang
Kualifikasi :
1. Pria/wanita usia max 25 tahun
2. Pendidikan D3/S1
3. Pengalaman kerja minimal 1 tahun
4. Menguasai bahasa Inggris minimal pasif
5. Penampilan menarik, tekun, dan bertanggung jawab
6. Bersedia bekerja di wilayah Pulogadung Jakarta Timur
Manfaat Umum :
- Gaji Pokok dan Komisi
- Promosi jabatan bedasarkan kompetensi karyawan
- Tunjangan transportasi, kesehatan dan pulsa
- Bonus tahunan
Bagi pelamar yang memenuhi kualifikasi di atas,harap mengirimkan soft
Copy CV, lamaran, dokumen pendukung, gaji yang diinginkan serta pas Foto 4x6 satu lembar ke alamat e-mail : Mpi.shop@yahoo.com atau hard copy melalui pos sebelum 30 Juni 2008 ke:
Attn. Ibu Dani / Azizah
PT. Masbukhin Pradhana Indonesia
PTC-Pulogadung Trade Centre Lt 1, Blok A No 82
Jakarta Timur
Web :
www.mpishop.com
http://mpishop.blogspot.com
*** Hanya para kandidat yang memenuhi kriteria yang akan diproses
oleh pihak HRD
PT. MPI (MPI Shop) adalah Distributor Resmi Bakrie Telecom dan Smart Telecom. Kami memiliki area kerja di Jakarta, Bekasi, Karawang, Lamongan dan Jember.
Dalam rangka perluasan dan pengembangan usaha kami membutuhkan para kandidat karyawan yang kompeten dan bertanggung jawab untuk mengisi beberapa posisi sbb :
Supervisor : 2 orang
Kualifikasi :
1. Pria berusia 26 s/d 32 tahun
2. Pendidikan D3/S1
3. Pengalaman minimal 2 tahun dalam bidang penjualan
4. Mampu berkomunikasi dengan baik, lisan dan tulisan
5. Mampu membentuk satu tim kerja yang solid
6. Jujur, rajin dan berwawasan luas
7. Bersedia bekerja di Pulogadung-Jaktim
Sales : 10 orang
Kualifikasi :
1. Pria/wanita berusia max 25 tahun
2. Pendidikan SLTA/Diploma
3. Pengalaman minimal 1 tahun dalam bidang sales retail
4. Memiliki Motor dan SIM C
5. Mampu bekerja sebagai individu maupun dalam tim
6. Jujur, rajin dan tanggung jawab
7. Mengerti/Bersedia bekerja di salah satu area: Karawang/Bekasi/Jaktim
8. Mampu bekerja dalam target
ESIA Customer Service : 3 orang
Kualifikasi :
1. Pria/wanita usia max 25 tahun
2. Pendidikan D3/S1
3. Pengalaman kerja minimal 1 tahun
4. Menguasai bahasa Inggris minimal pasif
5. Penampilan menarik, tekun, dan bertanggung jawab
6. Bersedia bekerja di wilayah Pulogadung Jakarta Timur
Manfaat Umum :
- Gaji Pokok dan Komisi
- Promosi jabatan bedasarkan kompetensi karyawan
- Tunjangan transportasi, kesehatan dan pulsa
- Bonus tahunan
Bagi pelamar yang memenuhi kualifikasi di atas,harap mengirimkan soft
Copy CV, lamaran, dokumen pendukung, gaji yang diinginkan serta pas Foto 4x6 satu lembar ke alamat e-mail : Mpi.shop@yahoo.com atau hard copy melalui pos sebelum 30 Juni 2008 ke:
Attn. Ibu Dani / Azizah
PT. Masbukhin Pradhana Indonesia
PTC-Pulogadung Trade Centre Lt 1, Blok A No 82
Jakarta Timur
Web :
www.mpishop.com
http://mpishop.blogspot.com
*** Hanya para kandidat yang memenuhi kriteria yang akan diproses
oleh pihak HRD
Tuesday, May 27, 2008
Emang Jual Voucher di Mall untung ?
Kemarin saya jalan2 ke ITC Cempaka Mas bersama teman yg jg broker penjualan/sewa di sana. Saya melihat setiap bulan ada perubahan di mall tsb. Ada yg berhenti dan ada pula yg datang. harga sewa pun beragam di lt 4. dari yang 15 jt-an hingga 100 jt-an pertahun per-kios dengan luas 6-10 m2. Harga sewa/jual ditentukan oleh posisi dan kepadatan jalur.Perubahan tempat parkir motor pun bisa merubah komposisi jalur. Juga adanya halte busway. Tentunya pintu terdekat menuju kios yang dilalui banyak pengunjung.
Ada yang datang karena merasa optimis bisa memenagkan persaingan, ada yang coba-coba karena tergiur/euforia, dll. Apapun alasannya inilah dinamika bisnis. Sehingga ada yang datang dan ada yg pergi.
Kalau saya amati, kebanyakan pedagang di mall ini berjualan handphone. Keuntungan terbesar adalah dari HP (terutama yg bekas). Kalau hp baru paling berkisar 5 rb s/d 50 rb-an. Ada juga sih yg bisa untung 200 rb untuk hp mahal, apalagi kalau pembelinya gak tahu harga. Voucher dan perdana hanya dijadikan pajangan pelengkap aja.
GROSIR
Kalau dilihat di ITC Roxi Mas, Cempaka Mas, PGC, dll banyak kios menjual voucher grosir. Kalau jualannya grosir, untungnya jg tidak banyak. Misal untung 100/lembar voucher, untuk menghasilkan profit 1 jt/hari maka dalam sehari harus menjual 10rb voucher. Kalau untungnya 200/lembar voucher berarti harus menjualnya 5rb. Tentu harga bisa saling mensubsidi silang.
Jadi yaa bisa dihitung kok, berapa harga sewa dan produk apa yg dijual serta berapa target yg harus dicapai untuk menutup operasional cost dan interest of capital.
Mudah2an menginspirasi.
www.mpishop.com
Dealer Resmi ESIA dan SMART Tel
--- In bisnis-smart@yahoogroups.com, "Milis" wrote:>> > Rekans, ada yg bisa menjelaskan keuntugnan dr bisnis voucher telpon..?> Kira2 berapa ya keuntungan per lembar voucher ? Setahu saya tidak > banyak. Jika tidak banyak kenapa banyak sekali yg berdagang voucher di > mall... tentu sewa kios juga cukup mahal, dan keuntungan harus bisa > menutupi sewa + oprasional.> > tks> Novento> http://novento-design.blogspot.com>
Ada yang datang karena merasa optimis bisa memenagkan persaingan, ada yang coba-coba karena tergiur/euforia, dll. Apapun alasannya inilah dinamika bisnis. Sehingga ada yang datang dan ada yg pergi.
Kalau saya amati, kebanyakan pedagang di mall ini berjualan handphone. Keuntungan terbesar adalah dari HP (terutama yg bekas). Kalau hp baru paling berkisar 5 rb s/d 50 rb-an. Ada juga sih yg bisa untung 200 rb untuk hp mahal, apalagi kalau pembelinya gak tahu harga. Voucher dan perdana hanya dijadikan pajangan pelengkap aja.
GROSIR
Kalau dilihat di ITC Roxi Mas, Cempaka Mas, PGC, dll banyak kios menjual voucher grosir. Kalau jualannya grosir, untungnya jg tidak banyak. Misal untung 100/lembar voucher, untuk menghasilkan profit 1 jt/hari maka dalam sehari harus menjual 10rb voucher. Kalau untungnya 200/lembar voucher berarti harus menjualnya 5rb. Tentu harga bisa saling mensubsidi silang.
Jadi yaa bisa dihitung kok, berapa harga sewa dan produk apa yg dijual serta berapa target yg harus dicapai untuk menutup operasional cost dan interest of capital.
Mudah2an menginspirasi.
www.mpishop.com
Dealer Resmi ESIA dan SMART Tel
--- In bisnis-smart@yahoogroups.com, "Milis"
Friday, March 21, 2008
Bagaimana sih mencari supply murah ?
Bagaimana sih mencari supply murah ?
Semua pedagang, termasuk saya, yang menjual produk berupa barang memerlukan harga supply yang murah. Seperti prinsip EKONOMI saat belajar di bangku SD, membeli produk dengan harga semurah mungkin dan menjual semahal mungkin.pasti kita tahu kan, harga murah dan mahal ini relatif. Karena harga yang berlaku di pasar hampir semua sudah seragam.
Kenapa ? karena banyaknya kompetitor. Kalau kita jualan sendirian, dan semua orang perlu ke kita, maka kita bisa menset harga 'seenaknya' (tapi kan gak mungkin ? (bisa kalau kita pioner, dan sulit ditiru)).
Nah, kita persempit aja bahasannya. Produk yang kita jual adalah produk yang umum ada di pasar, dibutuhkan banyak orang dan biasanya tidak terlalu banyak added value, atau hampir sama dengan produk komoditi. Komoditi ini seperti jualan beras, voucher fisik, jagung, minyak tanah, dll. Produk ini tidak perlu diproses lagi, tapi bisa langsung dijual. Tanpa berubah bentuk. Sama fungsi.Komoditi sering sekali menjadi kebutuhan utama manusia.
Berarti pasarnya luas. Banyak yang beli. (Kalau banyak semut pasti banyak gula. Gula kan kebutuhan semut, maka juallah gula pada bangsa semut.)Kalau demandnya besar, biasanya yang jualan juga sudah bejibun.Yang sering menjadi pertanyaan adalah, bagaimana saya pun bisa menjual dengan harga yang murah atau lebih murah dengan pesaing lain, tapi untung saya tetap besar ?Pertanyaan ini tidak hanya menarik bagi para Caped (Calon Pedagang) tapi juga oleh PEDAGANG yang sudah berjualan bertahun-tahun. Mereka selalu mencari supply yang murah, sesuai salah satu prosinsip EKONOMI.
OK, sekarang kita lihat rantai pendistribusian produk.
Produsen --> Dealer Propinsi --> Dealer Kabupaten --> Dealer Kecamatan --> Pengecer --> Konsumen.Saya menggunakan istilah propinsi dan sejenisnya agar bisa memperjelas area cakupan kerja dan perkiraan modalnya.Perbedaan jenjang ini pula yang membedakan harga beli dan jualnya.Yang sering kita inginkan, kita masih sebagai pengecer ingin harga belinya sama dengan Dealer Propinsi.Jadi kenali lah di mana posisi kita dan kita mau memulai di level apa. Bisa saja kita tidak harus memulai dari pengecer, tapi persiapkan modal duit, modal informasi, modal jaringan, modal strategi sales, dll.Mau berada di posisi distributor apa, akan menentukan langkah kerja kita.Selamat memutuskan dan mewujudkan nya !Salam entrepreneur !Masbukhinhttp://www.mpishop.com/
http://masbukhinpradhana.blogspot.com/
Semua pedagang, termasuk saya, yang menjual produk berupa barang memerlukan harga supply yang murah. Seperti prinsip EKONOMI saat belajar di bangku SD, membeli produk dengan harga semurah mungkin dan menjual semahal mungkin.pasti kita tahu kan, harga murah dan mahal ini relatif. Karena harga yang berlaku di pasar hampir semua sudah seragam.
Kenapa ? karena banyaknya kompetitor. Kalau kita jualan sendirian, dan semua orang perlu ke kita, maka kita bisa menset harga 'seenaknya' (tapi kan gak mungkin ? (bisa kalau kita pioner, dan sulit ditiru)).
Nah, kita persempit aja bahasannya. Produk yang kita jual adalah produk yang umum ada di pasar, dibutuhkan banyak orang dan biasanya tidak terlalu banyak added value, atau hampir sama dengan produk komoditi. Komoditi ini seperti jualan beras, voucher fisik, jagung, minyak tanah, dll. Produk ini tidak perlu diproses lagi, tapi bisa langsung dijual. Tanpa berubah bentuk. Sama fungsi.Komoditi sering sekali menjadi kebutuhan utama manusia.
Berarti pasarnya luas. Banyak yang beli. (Kalau banyak semut pasti banyak gula. Gula kan kebutuhan semut, maka juallah gula pada bangsa semut.)Kalau demandnya besar, biasanya yang jualan juga sudah bejibun.Yang sering menjadi pertanyaan adalah, bagaimana saya pun bisa menjual dengan harga yang murah atau lebih murah dengan pesaing lain, tapi untung saya tetap besar ?Pertanyaan ini tidak hanya menarik bagi para Caped (Calon Pedagang) tapi juga oleh PEDAGANG yang sudah berjualan bertahun-tahun. Mereka selalu mencari supply yang murah, sesuai salah satu prosinsip EKONOMI.
OK, sekarang kita lihat rantai pendistribusian produk.
Produsen --> Dealer Propinsi --> Dealer Kabupaten --> Dealer Kecamatan --> Pengecer --> Konsumen.Saya menggunakan istilah propinsi dan sejenisnya agar bisa memperjelas area cakupan kerja dan perkiraan modalnya.Perbedaan jenjang ini pula yang membedakan harga beli dan jualnya.Yang sering kita inginkan, kita masih sebagai pengecer ingin harga belinya sama dengan Dealer Propinsi.Jadi kenali lah di mana posisi kita dan kita mau memulai di level apa. Bisa saja kita tidak harus memulai dari pengecer, tapi persiapkan modal duit, modal informasi, modal jaringan, modal strategi sales, dll.Mau berada di posisi distributor apa, akan menentukan langkah kerja kita.Selamat memutuskan dan mewujudkan nya !Salam entrepreneur !Masbukhinhttp://www.mpishop.com/
http://masbukhinpradhana.blogspot.com/
Subscribe to:
Posts (Atom)
